Sabtu, 12 Mei 2012

Apa lagi yang ada di Kampusku?? (bag.2)

Kampusku, Universiti Pendidikan Sultan Idris, mungkin bukan nama yang terkenal, tapi kampus kamilah satu-satunya Universitas pendidikan yang ada di Negeri ini. Menurutku, nama itu mungkin akan lebih keren jika berubah menjadi “Universiti Pendidikan Malaysia”, seperti nama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), hehehhehhe :)
Nama itu diambil dari nama salah seorang sultan Negeri Perak, Negeri dimana kampus ini berdiri.
Ok, kita biarkan masalah sejarah Nama tersebut,
kita lanjut pada, Apa lagi yang ada di kampusku??
Saya mengambil Program Master Pendidikan Khas (baca: Pendidikan Luar Biasa). Disini, kami punya dua Dekan. Dekan yang pertama adalah dekan Institut Pengajian Siswazah (baca : Institute of Graduate Studies), dan dekan yang kedua adalah dekan Fakulti Pendidikan dan Pembangunan Manusia (baca: Faculty of Education and Human Development). Apa sebabnya kami punya dua dekan??
Sebabnya ialah karena kami pelajar S2, jadi sudah tentu kami berada di bawah IPS (Institut Pengajian Siswazah), dan menurut Jurusan (Pendidikan Khas), kami berada di bawah fakultas FPPM (Fakulti Pendidikan dan Pembangunan Manusia).
Apa yang disediakan IPS untuk kami mahasiswanya??
Ada banyak hal yang IPS sediakan untuk kami. Misalnya, kami diberikan kursus gratis untuk SPSS dan Nvivo (tau kan? alat bantu analisis data penelitian untuk Kuantitatif dan Kualitatif), mulai dari beginner sampai intermediate.
Selain itu, kami juga diberikan kursus gratis yang lain, ntah itu dengan Dosen dari Luar atau Dosen UPSI sendiri. Kursus itu contohnya,
- Kursus Rasch Model oleh Prof. Saidfuddin dan Dr. Azrillah *)
- Kursus Penulisan Jurnal
- Kursus Eagle Table
- Kursus Latihan GIS/GPS untuk Arsitek
- Kursus SEM dengan AMOS oleh Dosen dari Universiti Islam Antarabangsa (International Islamic University Malaysia)  *)
- Kursus penggunaan Software Turn It In
- Kursus Mendeley *)
- Kursus e-Survey *)
*) sudah saya ikuti
Setiap kursus yang diikuti, kami akan mendapatkan sijil (baca: sertifikat)
IPS juga menyediakan lap komputer yang boleh digunakan setiap hari, pagi sampai sore. IPS menyediakan software SPSS dan Nvivo di komputer yang ada di lab tersebut. Jadi, kalau mau analisis data dengan software itu, tapi ga punya. Silakan datang ke IPS :)

Kelengkapan lainnya adalah my portal, my guru, dan my sis. Selain web pustaka yang mengizinkan kami mendownload artikel-artikel dari jurnal internasional. Senangnya ^^
Apa itu my portal, my guru, dan my sis??? Mungkin ada yang bertanya dalam hati…
My portal adalah lama web yang membolehkan kami mengakses informasi-informasi tentang kampus. Disitu ada hal-hal yang berkaitan dengan Akademik, Finansial, dll. Pada my Portal, kami boleh melihat data pribadi  (biodata mahasiswa) yang disimpan dalam sistem, mengecek uang beasiswa yang masuk untuk kami setiap bulan, mengecek pembayaran SPP dan biaya asrama setiap semester, memohon surat aktif kuliah, surat izin kuliah, surat penelitian, dan surat-surat yang lain (Surat ini nantinya akan langsung di-print oleh IPS, tanpa harus menunggu sampai berhari-hari).
My guru adalah laman web yang membolehkan kami mengakses informasi berkaitan dengan mata kuliah yang kami ambil pada semester tersebut. Misalnya, siapa nama Dosennya, apa silabusnya, siapa saja teman sekelas, dan pengumuman apa yang diberikan oleh dosen untuk pertemuan selanjutnya. Bahan-bahan Kuliah akan diupload oleh dosen dan boleh didownload, tugas-tugas kuliah juga bisa dikirim melalui my guru, berdiskusi dalam forum untuk mata kuliah tersebut, membagikan bahan yang kita punya pada teman sekelas, dan sebagainya.
My sis, juga lama web. Ianya membolehkan kami mengakses hal-hal yang berhubungan dengan pendaftaran semester baru. Misalnya, untuk mendaftar mata kuliah di setiap semester, untuk melihat nilai di setiap semester, melihat jadwal ujian, dan sebagainya. Dalam my sis ini, kami boleh mencetak sendiri KHS dan KRS tanpa memerlukan tanda tangan lagi, karena semuanya sudah dalam sistem. Untuk mata kuliah yang kita daftar, kami diberi kesempatan untuk mengikuti kuliah tersebut selama tujuh minggu untuk percobaan. Jika kuliah tersebut tidak sesuai, kita boleh menggugurkan mata kuliah tersebut dari KHS kita dalam minggu 1-7 kuliah.
Selain itu, banyak unit (UPT) di kampus yang memanfaatkan fasilitas FB (FaceBook) untuk memberitahukan hal-hal penting dan update kepada mahasiswa. Misalnya FB yang dibuat oleh Unit Latihan Mengajar (ULM). ULM akan memberitahukan jika ada mahasiswa yang tidak diterima di sekolah tertentu untuk PPL melalui FB. jadi lebih mudah bukan?
Masalah ruang kuliah, mungkin ruang kuliah kami adalah standar ruang untuk kuliah bagi kampus-kampus di Negeri ini. Kelas dengan computer, LCD,  in-focus, OHP, papan tulis, dan AC adalah sesuatu yang wajib. Boleh dikatakan, tiada ruang kelas yang tidak mempunyai fasilitas itu. Mungkin ada ruang-ruang kuliah yang kita lihat dari luar, ruangannya nampak jelek dan lama. Namun, fasilitas di dalamnya sama dengan kelas yang baru dibangun.
Saya bertanya dalam hati, Kapan Kampus Saya punya fasilitas seperti ini?

#Sekian dulu, tengah berpikir apalagi yang ada di kampus saya sekarang?

Apa yang ada di Kampusku??

Assalamualaikum semuanya...
Salam 1 Malaysia :)

Malam ni terasa ingin menceritakan lagi tentang kampusku atau kampus-kampus yang ada di negeri ini.
Ada banyak fasilitas yang tidak dimiliki oleh kampusku dulu. sedih rasanya mengingat hal itu semua, kerana pada dasarnya, fasilitas itu ada, namun tidak dimanfaatkan (itu menurutku!!)

Fasilitas pertama ialah akomodasi dan transportasi untuk para mahasiswa. Disini, bagi semua mahasiswa disediakan kolej (baca: asrama). kampus kami punya 4 asrama bagi menampung mahasiswa-mahasiswanya. Kolej (asrama) kami terdiri dari 5 blok, setiap blok terdiri dari 5 lantai dengan 50 rumah, setiap rumah terdiri 3 kamar, dan setiap kamar diisi oleh 2 orang, jadi kalau kita kalikan (5 blok x 50 rumah x 3 kamar x 2 orang = 1500 orang). Kolej yang bersebelahan dengan kolej kami juga bisa menampung 1500 orang. Kolej yang ketiga, hampir sama luasnya dengan kolej kami, tapi saya tidak bisa memastikan berapa jumlahnya, dan kolej keempat ialah bangunan 10 lantai, jadi boleh dibayangkan kolej itu bisa menampung berapa ribu orang??


Bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan tempat di kolej, mereka boleh tinggal di rumah-rumah sewa yang berhampiran dengan kolej ketiga dan keempat, juga berhampiran dengan kampus. Tapi tidak ada rumah sewa yang berhampiran dengan kampus kami :D
Bagi sesiapa yang mempunyai rumah atau kamar yang ingin disewakan, kampus akan mengurusnya. Ada satu kantor di kampus kami yang mengurus bagian keperluan pelajar, termasuk akomodasi dan transportasi. So, tidak susah kan?? :)

Untuk masalah transportasi pula, kampus kami menyediakan bas kitaran (baca: bus) yang bisa memuat 45 orang, kurang lebih seperti bus Pelangi, Kurnia, dan sejenisnya. Bas ini mempunyai beberapa destinasi yaitu :
- Kampus ke Kolej 1 dan 2 (Kolej 1 dan 2 berdekatan)
- Kampus ke Kolej 3 dan 4 (kolej 3 dan 4 juga berdekatan)
- Kampus ke Kampus Baru (dekat dengan Kolej 1 dan 2)
- Kampus ke Tempat kuliah 2 (Taman Bernam)
- Kampus ke Pekan (baca: Pasar)
- Kampus ke Stasiun KTM (baca: Kereta api)
- Kolej 1 dan 2 ke Pekan (Khusus hari sabtu, karena ada pasar malam ^^)
- Kolej 1 dan 2 ke Kampus baru (walaupun dekat, capek kalau jalan kaki :D)
- Kolej 3 dan 4 ke Pekan (Sama juga, khusus hari sabtu)
- Kolej 3 dan 4 ke kampus baru






Sangat mudah kan??
Dan hal yang paling penting adalah . . . .. . .. .. . .. ..  Kita tidak perlu membayar lagi untuk melakukan perjalanan dengan bas tersebut, sebab biaya itu sudah termasuk dalam SPP.

Dan lagi,
Ketika mahasiswa harus pergi ke suatu tempat dengan tujuan tertentu, misalnya lawatan (Berkunjung/Study Tour ke suatu tempat), atau pergi Seminar ke kampus lain, maka hanya dengan kertas kerja (baca: Proposal) dengan tanda tangan Dosen dan Dekan, atau dengan Surat Penerimaan dari seminar tersebut, kami boleh memohon bas kampus untuk mengantar kami ke tempat tujuan. Lagi-lagi, semua FREE. Kami tidak perlu membayar apapun. Mereka akan mengantar dan menjemput. Tidak hanya bas, ada beberapa jenis kendaraan yang disediakan yaitu mobil sedan kampus, fan (seperti L300), atau Van (seperti Mini bus) sesuai dengan jumlah orang yang akan pergi.

Fasilitas berikutnya yang sangat saya sukai adalah kampus menyediakan Biaya untuk kami mahasiswa Master yang ingin mempresentasikan paper kami di Konferensi atau Seminar International. Jumlah yang disediakan bagi kami ialah RM 1000 = lebih kurang Rp 3.000.000,00 per orang. Sangat sayang kan kalau uang ini tidak kami manfaatkan :D
Untuk mendapatkan Uang ini, kami hanya perlu mengurusnya di Fakultas, dengan memberikan surat penerimaan paper yang akan dipresentasikan, dan biaya Konferensi itu akan dibayarkan oleh kampus. Kami tinggal mengurus penginapan saja, sedangkan transportasi, juga akan disediakan, kecuali ke luar negara.

Fasilitas lainnya ialah Wi-fi yang Gratis :D
Di kampus, di asrama, semua ada wifi (makanya saya bisa ol 24 jam, hehehhehhehe ^^)


dan banyaaaaakkkk lagi fasilitas lainnya, :)

yang menjadi pertanyaan saya adalah
Kapan yaaa, kampusku yang dulu bisa seperti kampusku yang sekarang??
Semoga saja, bisa secepatnya.....
Aamiin....... ^^


Selasa, 01 Mei 2012

Mari Belajar dari Cara mereka Belajar

malam ni banyak inspirasi agaknya ^^

tiba-tiba teringat mau tulis tentang kampusku, UPSI


Iri rasanya melihat apa yang berlaku di sini, namun tidak berlaku di sana...
Di sini, mahasiswanya benar-benar diminta untuk kreatif dalam segala hal, entah itu karena kampus yang mencetak cikgu (baca : Guru) atau memang sistem pendidikan di negeri ini sudah demikian??

contohnya :
Di Asrama kami, hampir setiap bulan ada saja program yang mereka buat, ntah itu program besar atau kecil, tak kesah lah... Hari terbuka-lah, Festival 1 Malaysia-lah, Karnival Keusahawanan-lah, dan sebagainya....
Satu program telah selesai di satu Kolej (baca : Asrama), maka program di kolej yang lain berlanjut. Begitu seterusnya, hampir setiap bulan tanpa henti..

Baru-baru ini Kolej Aminuddin Baki (baca : Asrama kami) melaksanakan Program Festival 1 Malaysia, baru satu minggu berselang, ada lagi kelompok mahasiswa lain yang membuat program drama musikal di Kampus.
Huft, menurutku, mereka luar biasa...!!! (Kalau kalian menganggap ini biasa, ya gak apa-apa :) ).

Itu untuk aktivitas di luar perkuliahan...
Aktivitas perkuliahan pula, SAMA!!!

Saya contohkan mahasiswa pendidikan Seni, mereka diwajibkan membuat satu persembahan sebagai Ujian Final Semester mereka. Mereka mengatur acara, dekorasi dan sebagainya, hingga menjual tiket acara bagi mahasiswa lain.

Di sisi lain saya berpikir, mungkin dosen mereka yang mampu menjadikan mereka seperti ini. Dalam hal ini, saya pun turut merasakannya. Pada semester satu, kami diberikan tugas untuk membuat penelitian kecil-kecilan. kami berpikir hasil penelitian kami akan berakhir begitu saja, disimpan di laptop tanpa ada siapa yang tau. Namun, sesuatu yang baru kami dapatkan dari Dr. Noor Aini Ahmad. Beliaulah yang mengajarkan kami bahwa hasil penelitian yang telah kita jalankan perlu kita publikasikan, supaya orang mengetahuinya. Caranya......
Dengan mempresentasikannya di Konferensi Internasional.

Awalnya kami merasa itu hal yang amat sangat susah sekali (agak lebay dikit :D) karena penerimaan paper kami di konferensi internasional juga mempengaruhi nilai kami bagi mata kuliah itu. Rasa macam nak nangis je :'( masa tu.... 
Tapi beliau terus memberikan motivasi, walaupun waktu itu, kami merasa itu semacam paksaan. Sekarang barulah kami merasa manfaatnya. Beliau mengajarkan cara memasukkan paper penelitian kita ke konferensi, dan sebagainya..

Dan saat ini, masing-masing kami (baca : 12 Orang mahasiswa master dari Aceh) sudah mengantongi minimal satu sertifikat International Conference yang kami dapatkan dengan mempresentasikan hasil penelitian kecil-kecilan yang beliau wajibkan di dua semester lalu (nasib baik dua semester diajar beliau ^^)
Saya sendiri sudah mendapatkan dua sertifikat konferensi internasional sebagai Presenter, not Participant :) yaitu 15 maret 2012 di International Conference on Decision Modelling yang diselenggarakan oleh Universiti Utara Malaysia, Kedah (ga bisa dibayangkan waktu present dalam bahasa Inggris, jantung mau copot rasanya :D, untuk ga ada yang nanya, hahahhahhaha), dan yang kedua 10 april 2012 di International Conference in Special Education yang diselenggarakan Kampus kami, UPSI di Melaka, Malaysia (kalau yang ini dengan bahasa Melayu, aman sikit, walaupun pertanyaan bertubi-tubi, alhamdulillah bisa dihendel ^^)

Ada satu hal lagi yang ingin saya ceritakan,
Setiap semester, setiap Mata kuliah, mereka (baca : Mahasiswa) pasti membuat lawatan (baca : Kunjungan) ke sekolah atau tempat yang berkaitan dengan mata kuliah yang mereka ambil. Mereka, termasuk kami Mahasiswa Aceh, belajar banyak hal dari lawatan yang mereka buat, kami menikmatinya :D

Ups, ini bukan lawatan sekedar jalan-jalan loh...
sampai di tempat tujuan, kami dijamu, diberikan pengarahan, dan berkeliling melihat sarana dan prasarana di tempat tersebut. Dan akhirnya, kami harus membuat laporan berkaitan dengan lawatan itu. (Bukan senang-senang je nak pegi, kan??)


Belum lagi mata kuliah yang mewajibkan mereka membuat suatu program bersama murid-murid di sekolah. Semua harus mereka rancang sendiri, termasuk mendapatkan dana untuk program tersebut. Lagi-lagi, menurutku ini adalah hal yang luar biasa, berhubung saya tidak pernah berkecimpung dalam hal seperti ini...

Inti dari tulisan ini adalah....
Mari kita ambil pelajaran dari cara mereka belajar ^^

Senin, 30 April 2012

Pendidikan di Negeri Jiran

hmmm....
sebenarnya bingung harus memulai dari mana,
darimana aja laaahhh ya, :D

keinginan untuk menulis ini sudah agak lama sebenarnya, namun muncul lagi ketika kak Nurbaity memintaku untuk menuliskannya...

OK, saya rasa ga perlu memperpanjang pendahuluan. Langsung ke permasalahan pembahasan.

Saya ingin menceritakan sedikit mengenai sistem pendidikan yang ada di Malaysia yang sedikit banyak berbeda dengan negeri kita Indonesia.

Di Malaysia, pendidikan sekolah dasar bermula pada umur 7 tahun. (Saya tidak ingin membahas tentang pendidikan pra sekolah atau pendidikan anak usia dini karena saya masih kurang paham dengan istilah-istilah yang digunakan di Negeri ini). Sama seperti di Indonesia, anak-anak mengikuti pendidikan selama 6 tahun, di  sini mereka menyebutnya dengan darjah 1 sampai darjah 6. Setelah 6 tahun di sekolah dasar (baca : Sekolah rendah) siswa akan mengikuti ujian kelulusan yang disebut dengan UPSR (Ujian Penilaian Sekolah Rendah). Pendidikan pun di lanjutkan ke sekolah menengah. Hal ini sama seperti kita kan? Namun, ada bedanya. Di sini, mereka tidak mengenal adanya sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas. Hanya ada satu sekolah menengah saja.

Setelah 3 tahun menduduki sekolah rendah, siswanya akan mengikuti ujian kelulusan lagi yang disebut dengan PMR (Penilaian Menengah Rendah), sama seperti UAN bagi SMP di "kita". Pendidikan masih terus dilanjutkan di sekolah yang sama. Pada tahun ke 5 sekolah menengah (baca : Kelas 2 SMA), siswa kembali mengikuti ujian kelulusan yang disebut dengan SPM (Sijil Pelajaran Malaysia). Nah, di sinilah pendidikan mereka berakhir, maksud saya, di sinilah mereka sudah mulai memilih harus kemana dan mau apa.

Tahun ke 5 sekolah menengah berakhir, mereka harus menentukan pilihan yaitu Form 6 (STPM), Matrik, atau Diploma. Bingung...?? Saya juga, :D
Akan saya coba jelaskan satu persatu.

1. Form 6 atau Tingkatan 6 atau STPM (Sijil Tinggi Persekolahan Malaysia) ialah lanjutan sekolah menengah yang berjalan selama 2 tahun (program ini belum tentu ada di sekolah yang sama ketika mereka belajar pada tahun 1-5 sekolah menengah). Artinya, mereka akan mencari sekolah lain yang membuka program Form 6.

2. Matrik atau Matrikulasi, program ini pun berjalan selama 1 atau 2 tahun. Untuk yang mengambil 1 tahun, Nilai kelulusan yang ditentukan sangat tinggi. (Boleh pikir-pikir dulu kalau mau ambil ini :D)

3. Diploma, sama seperti di tempat kita, program ini pun berjalan 3 tahun. Program ini dikendalikan oleh Universiti-Universiti (baca : Universitas)

lebih jelasnya, silakan lihat di : http://faizsufi.com/umum/antara-form-6-matrik-dan-diploma/

Setelah melewati salah satu dari ketiga program di atas, barulah mereka menduduki bangku universitas. Dan jangan salah, walaupun lepasan Diploma, mereka harus tetap menjalani kuliah selama 4 tahun di universitas.


Mungkin itulah sebabnya, banyak yang sebaya saya (baca : 24 tahun) masih menduduki semester 6, 7, atau 8 untuk mendapatkan S1. (Sedangkan saya sudah semester 3 di jenjang S2).


Mungkin kita bersyukur dengan sistem pendidikan kita karena lebih menghemat umur,
atau
Mungkin kita harus menelaah lebih lanjut, adakah pendidikan mereka yang lebih baik??

#Jom berfikir ^^



Minggu, 18 Maret 2012

Malaysia, Aceh, dan Thailand

Malaysia, Aceh, dan Thailand
Perjalanan ini bermula dari keikutsertaan saya dalam konferensi internasional (International Conference on Desicion Modelling, 2012) untuk mempresentasikan hasil penelitian kecil-kecilan yang saya buat. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Universiti Utara Malaysia (UUM, Sintok, Kedah Darul Aman). Hari ketiga konferensi tersebut, saya dan 7 orang lainnya --sesama peserta konferensi-- mengikuti trip ke Hadyai, Thailand selama dua hari satu malam. Kami bertolak ke Hadyai pukul 15.00 waktu Malaysia dari EDC Hotel UUM dengan sebuah Van (penj: hampir sama dengan L300 di Aceh).
Perjalanan kami telah sampai di Bukit Kayu Hitam dan waktunya kami diperiksa oleh petugas Imigresen Malaysia, dan untuk kedua kalinya oleh petugas Imigrasi Thailand di Sadao. Sepanjang perjalanan ke Hadyai, terdapat beberapa persamaan dan perbedaan antara Negeri kita tercinta Aceh, Negeri tempat saya menuntut ilmu Malaysia, dan Negeri yang saya kunjungi Thailand.
Selama di Malaysia, saya tidak pernah mendengar bunyi klakson kenderaan bermotor sebagaimana yang sering kita dengar di Aceh, suasana berkendaraan pun begitu teratur. Kendaraan tetap ikut lorong kiri kecuali memotong, begitu tulisan yang dapat kita lihat di sepanjang jalan di Malaysia. Dan ada satu slogan mereka yang sangat saya sukai : “Adakah anda melihat kenderaan di belakang anda menyalakan lampu isyarat? Adakah anda melihat kenderaan di sebelah kiri anda lebih laju daripada anda? Berikan kesempatan kepada mereka yang ingin bergegas. Berkendaralah di lorong kiri. Berperilakulah dengan baik ketika berkendara. Anda dapat mengubahnya!!. Slogan itu saya dengar dari salah satu radio Malaysia. Tetapi ketika sampai di Thailand, suasana berkendara kembali seperti apa yang kita lihat sehari-hari di Aceh. Tidak perlu digambarkan lebih lanjut, karena saya yakin semuanya sudah mengetahui bagaimana cara berkendara masyarakat kita.
Selain cara berkendara, jumlah dan jenis kendaraan yang ada di Thailand pun hampir sama dengan Aceh. Pertama, Thailand mempunyai jumlah sepeda motor yang jauh lebih banyak di bandingkan dengan mobil, sedangkan Malaysia kebalikannya. Malaysia mempunyai lebih banyak mobil (kenderaan roda empat) daripada sepeda motor (kenderaan roda dua). Kedua, Thailand mempunyai sepeda motor dengan nama yang sama dengan nama kenderaan yang ada di Aceh (salah satu kendaraan keluaran baru yang dikeluarkan oleh perusahaan sepeda motor terkenal), sedangkan Malaysia tidak mempunyai nama yang sama seperti itu. Ketiga, Malaysia masih mempunyai sepeda motor jadul namun masih keluaran baru, sedangkan Thailand sama seperti Aceh, kenderaan roda dua selalu up-to-date dengan merek dan model terbaru. Keempat, Thailand mempunyai rel kereta api yang menyebrangi jalan raya, sama seperti yang ada di Lhokseumawe, Aceh atau Indonesia. Sedangkan di Malaysia, tidak kita jumpai rel kereta api yang melintasi jalan raya secara bergantian. Jika ada rel kereta api, maka jalan raya akan berada atau melintas di atasnya pada jalur yang berbeda. Jadi, tidak akan terjadi mobil, truk, atau semacamnya bertabrakan dengan kereta api seperti yang sering terjadi di Jawa.
Dan yang paling unik adalah Thailand mempunyai kenderaan umum yang mirip dengan kenderaan umum dalam kota di Aceh, yaitu Labi-Labi. Nyaris sama!! Namun, kenderaan ini sedikit lebih kecil, mungkin karena orang Thailand memang lebih kecil dari kita orang Aceh. Sepenglihatan saya, kenderaan ini ada dua jenis, yang satu seperti yang saya tumpangi, dan yang kedua sedikit lebih besar ukurannya karena pada dasarnya ia adalah mobil pick-up yang diberikan atap. Kenderaan ini disebut “Tut-Tut”. Nama yang lucu menurut saya. Teringat akan lagu masa kecil, tut tut tut kereta api.


Fajriani, Mahasiswa Pascasarjana di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Tanjung Malim, Perak Darul Ridzuan-Malaysia.